Setelah beberapa waktu yang lalu seorang dukun cilik asal Jombang, Ponari membuat heboh dengan batu ajaibnya yang katanya bisa menyembuhkan. Kini muncul seorang bocah 3,5 tahun yang menggegerkan Kota Bogor. Fatih Alkhalifah Alifio nama bocah tersebut. Konon katanya, hanya dengan mencelupkan jari tengah tangannya ke air yang diminum si pasien penyakitnya bisa sembuh.
Rumah Fatih beralamatkan di Perum Pesona Cilebut I Blok C 12, Sukaraja Bogor. Kini rumahnya dibanjiri pengunjung. Setiap harinya 4 hingga 10 pasien berobat pada tabib cilik ini. Mereka pun sering memberi uang pada Fatih, tapi kadang ditolak olehnya .
"Kalaupun diterima, Fatih suka bilang tolong diserahkan ke panti asuhan," ujar Ibu Fatih, Irma Prihanti Sari, kepada detikcom di rumahnya, Kamis (20/5/2010).
Menurut Irma, keanehan ini timbul sejak tiga minggu lalu. Saat Jumat malam, Irma terbangun dan melihat jari telunjuk Fatih bersinar terang. Keesokan harinya Fatih yang biasa meminta susu kepada ibunya, pagi itu Fatih meminta air hangat dan mencelupkan jari telunjuknya ke air itu.
"Air tersebut diminumkan pada kakak Fatih, Anissa, yang sakit panas dalam. Kata Anissa, sakitnya langsung sembuh," terang Irma.
Keesokan harinya, Fatih pun kembali melakukan hal yang sama pada saudaranya yang sakit panas. Ajaibnya, penyakit tersebut juga sembuh. Kabar pun beredar dari mulut ke mulut.
"Alhamdulillah, saudara saya juga sembuh setelah minum air dari Fatih," tuturnya.
Waduh, Indonesia sepertinya memang banyak menyimpan potensi dukun cilik nih. Banyak sekali dukun dukun cilik bermunculan. Sebenarnya fenomena ini sudah sering terjadi bahkan sebelum Ponari. Memang mental sebagian masyarakat kita masih percaya kepada hal-hal ghaib semacam itu.
Padahal, sudah belajar dari kasus ponari kemarin kalau air Ponari yang katanya mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit itu hanya karena efek sugesti belaka. Buktinya masih banyak juga tak kunjung mendapat kesembuhan setelah berobat ke dukun cilik ponari.
Saya secara pribadi tak percaya dengan hal-hal semacam itu. Saya lebih baik memilih berpuasa untuk menyembuhkan segala penyakit.
Sebuah ledakan bom kemarin terjadi di sebuah pasar yang dipenuhi oleh pembeli di Provinsi Diyala, Irak. Akibat ledakan tersebut sedikitnya 22 orang tewas serta 53 lainnya terluka.
Seperti dilansir oleh reuters, Sabtu (22/5/2010), ledakan terjadi di sebuah pasar di kota Khalis, 80 kilometer utara Baghdad. Khalis adalah lokasi meledaknya bom di sebuah pasar yang menewaskan 60 orang pada Maret 2010 lalu.
Sebelumnya, bom mobil juga meledak di selatan kota Mosul. 7 Orang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
Secara keseluruhan, kekerasan di Irak memang mengalami penurunan tajam sejak 2006. Namun pengeboman masih saja terjadi dan sudah merupakan hal biasa di negeri konflik tersebut.
Wah, jadi bingung. Sebenarnya apa sih yang dicari oleh para pembom tersebut. Apakah mereka orang-orang yang mencari keadilan atau seorang teroris yang mencari keuntungan pribadi dengan melakukan tindakan pemboman.
Jika mereka orang yang mencari keadilan, mengapa malah membom negerinya sendiri ? Mengapa tidak melakukan komunikasi dengan pemimpin setempat. Entahlah, pusing aku melihat berbagai tindak kekerasan yang terjadi di negara-negara Arab. Memang sepertinya sampai kiamat pun di Arab tak akan pernah reda dari yang namanya konflik.
diadaptasi dari : detiknews.com